header-int

Sejumlah Kampus NU di Jatim Terima Sosialisasi Kriteria Akreditasi

Senin, 01 Jul 2019, 10:02:18 WIB - 63 View
Share
Sejumlah Kampus NU di Jatim Terima Sosialisasi Kriteria Akreditasi

Gresik, NU Online
Kualitas kampus di bawah koordinasi Lembaga Perguruan Tinggi Nahdlatul Ulama (LPTNU) Jawa Timur hendaknya terus ditingkatkan. Hal tersebut sebagai hal tidak terhindarkan untuk melahirkan lembaga pendidikan tinggi yang mampu menghadapi tantangan zaman. Salah satu yang dilakukan adalah dengan menggandeng Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT) untuk mensosialisasikan akreditasi 9 kategori.
 
Kegiatan dikemas dalam Halal bi Halal dan Rapat Koordinasi Wilayah atau Rakorwil ini berlangsung di Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Al-Azhar, Menganti, Gresik. Yang dihadirkan adalah Dewan Eksekutif BAN-PT dan diikuti pimpinan kampus NU se-Jawa Timur, Sabtu (29/6).
 
Ketua PW LPTNU Jatim, Achmad Jazidie mengungkapkan ujung dari instrumen BAN-PT ini tidak lain untuk meningkatkan mutu kualitas layanan dan lulusan sarjana di setiap kampus. Sehingga persoalan input, output dan outcome-nya juga jelas. 
 
"Di instrumen akreditasi program studi atau Prodi 4.0 ini tidak lagi menggunakan standar. Akan tetapi menggunakan kriteria dan kedudukan," ungkapnya.
 
Menurut Rektor Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya atau Unusa ini, semua Prodi bagi kampus NU Jatim yang hendak mengajukan proses akreditasi harus menyesuaikan dengan regulasi terbaru tersebut.
 
"Instrumen ini, saya kira terus disesuaikan dengan kebutuhan zaman," ungkapnya.
Dewan Eksekutif BAN-PT, Sugiono mengungkapkan kegiatan bertujuan memberikan informasi terbaru terkait dengan Instrumen Akreditasi Prodi versi 4.0 dengan 9 kriteria. 
 
“Instrumen baru ini memang harus disosialisasikan. Pasalnya dalam IAP 4.0 ini menggunakan 9 kriteria, bukan lagi standar mutu. Secara garis besar, perguruan tinggi harus memiliki standar yang sudah ditetapkan masing-masing institusi. Selain itu, harus disesuaikan dengan Standar Nasional Pendidikan Tinggi atau SN-Dikti,” ungkapnya.
 
Sosialisasi ini, tambah dia dimaksudkan untuk meng-update beberapa hal terkait dengan instrumen yang diterbitkan oleh BAN-PT. Sehingga semua anggota LPTNU di Jawa Timur yang hendak mengajukan proses akreditasi harus menyesuaikan dengan instrumen dan asesmen yang berlaku. 
 
"Kriteria mulai berlaku 1 April 2019 dan sudah disesuaikan standar internasional dengan harapan lulusan perguruan tinggi tidak hanya diterima di kalangan lokal saja, tapi juga bisa diakui secara internasional," urainya.
 
Varian instrumen baru akreditasi perguruan tinggi ini disesuaikan dengan kebutuhan era saat ini. Sehingga dalam peraturan BAN-PT No.2 Tahun 2018 diharapkan setiap perguruan tinggi bisa melakukan pengukuran terhadap mahasiswanya. Mulai dari aspek input, proses, output dan outcome-nya memiliki kriteria yang jelas dan terukur. 
 
"Semua kriteria ini sebagai alat untuk mengukur keberhasilan bagi perguruan tinggi dalam proses akademiknya,” paparnya.
 
Sugiono menjelaskan bahwa saat ini BAN-PT mengeluarkan regulasi baru akreditasi Prodi dan akreditasi perguruan tinggi. Untuk akreditasi Prodi dibutuhkan dokumen laporan evaluasi diri dan dokumen laporan kinerja akademik.
 
"Sementara untuk akreditasi perguruan tinggi dibutuhkan dua dokumen juga yaitu dokumen laporan evaluasi diri perguruan tinggi dan juga dokumen laporan kinerja perguruan tinggi," tandasnya. (Ibnu Nawawi)

Unidha SEKOLAH TINGGI AGAMA ISLAM (STAI) AL AZHAR MENGANTI GRESIK, Jl. Raya Menganti Krajan 474 Menganti Gresik 61174
© 2019 Universitas Indonesia Raya Follow Universitas Indonesia Raya : Facebook Twitter Linked Youtube